Banyak dari kita baru mendengar kata ‘investasi” sa-ja sudah merasa alergi. Sebenarnya, apa sih investasi itu? Lalu kenapa belum banyak masyarakat yang mela-kukan investasi? Dan hal-hal apa yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi?
Sederhana saja, investasi adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan harta yang kita mili-ki. Tidak usah menggunakan istilah-istilah rumit, in-vestasi ya investasi, kegiatan mengembangkan harta.
Jika kita gunakan definisi tadi, sebenarnya hampir ki-ta semua telah melakukan investasi, hanya saja kita ti-dak menyadarinya, misalnya menyewakan kos-kosan, menjual pulsa elektrik, atau memodali teman untuk berdagang adalah juga investasi, dan lain sebagainya.
Sebelum ini kita telah terjebak dalam paradigma bahwa yang namanya investasi selalu berkaitan dengan surat-surat berharga, angka-angka yang rumit, dan se-bagainya.
Investasi perlu dilakukan karena fisik kita tidak sela-manya sehat dan kuat untuk bekerja, mengantisipasi harga-harga yang terus melambung, menyediakan da-na cadangan sebagai tindakan preventif untuk meng-atasi keadaan darurat, dan mempersiapkan warisan (bekal) bagi generasi mendatang.
Resiko yang paling mendasar dalam berinvestasi adalah resiko merugi, baik oleh penipuan atau sebab yang lain, yang lebih dikarenakan kurangnya pengeta-huan investor terhadap produk investasi dan strategi berinvestasi. Untuk menyiasati resiko tersebut, sebe-lumnya kita perlu mempelajari dengan baik dan teliti produk investasi dan strategi berinvestasi.
1. Halal
Sebagai investor, pastikan kita hanya memilih pro-duk investasi yang halal, yaitu produk yang bebas dari unsur maghrib:
- Maysir (judi), seperti transaksi spekulatif di pasar modal, transaksi jual-beli dengan berjangka (forward), spekulasi mata uang asing, dan sebagainya
- Gharar (ketidakjelasan/transaksi yang tidak pasti), ketika terjadi transaksi jual-beli harus jelas apa yang di-jual dan berapa harganya. Contoh yang jelas dari tran-saksi yang mengandung unsur gharar adalah jual beli dengan sistem ijon, yaitu membeli hasil pertanian yang tidak jelas kualitas maupun kuantitas hasil pertanian yang dibeli. Unsur gharar ini juga sangat kental pada produk asuransi konvensional.
- Haram, untuk hal ini sudah tidak perlu diperta-nyakan lagi. Tidak diperkenankan berinvestasi pada sesuatu yang jelas-jelas haram. Misalnya, memodali pe-ternakan babi. Oleh karena babi adalah barang yang haram untuk dikonsumsi, maka mengusahakan peter-nakan dan atau sekedar memodalinya haram bagi seo-rang muslim. Demikian juga halnya berinvestasi pada usaha yang haram lainnya adalah dilarang.
- Riba (bunga), praktek pembungaan uang sudah merambah kemana-mana. Bukan cuma di bank kon-vensional, pinjam-meminjan uang antar-perorangan pun telah terinfeksi oleh riba. Sebagai seorang muslim sudah sepatutnya kita menghindarinya. dan
- Bathil (tidak adil), sebagai seorang muslim, terla-rang bagi kita mengambil keuntungan dengan cara yang batil, seperti menipu atau dengan cara memani-pulasi. Bahkan dengan cara legal pun, seperti menjual dengan keuntungan yang sangat tinggi melebihi daya beli masyarakat, walaupun legal tetapi tetap tidak adil. Atau memanfaatkan ketidaktahuan orang awam untuk kepentingan materi semata.
2. Berkah
Dari produk investasi yang halal, pilih produk inves-tasi yang lebih membawa kebaikan kepada lebih ba-nyak orang. Berkah secara sederhana dapat diartikan dengan kebaikan yang bertambah, bukan cuma ke-baikan bagi investor tetapi juga kebaikan bagi ummat. Misalnya, investasi secara langsung pada sektor usaha akan lebih bermanfaat karena dapat menggerakkan ekonomi masyarakat.
3. Bertambah
Pilih produk investasi yang memberikan dapat mem-berikan keuntungan yang besar, dan bertambah terus pokok investasinya.
Setelah kita mengetahui prinsip-prinsip investasi, maka kita dapat lebih mudah memilih produk inves-tasi. Ketika memilih produk investasi, pastikan kita menggunakan prinsip-prinsip tersebut untuk menya-ring produk investasi mana saja yang akan dipilih. Pas-tikan juga kita menggunakan prinsip-prinsip tersebut secara berurutan; ingat, secara berurutan. Pilih hanya produk yang halal dan berkah, setelah itu baru pilih yang paling menguntungkan.
Selamat berinvestasi... : )
By : UdJo_c0OL
