WAK DOELLAH : 1 Lira yang hilang
oleh Abdurrahman Al-Maydani


Sewaktu berusia 23 tahun dan masih berdomisili di Firence-Italia, wak doel sempat bekerja paruh waktu di hotel bintang dua sebagai Room-Boy. Suatu hari hotel bintang dua tersebut kedatangan tamu nyentrik “tiga pria kembar identik”, ketiga pria itu memesan satu kamar untuk bertiga, dengan alasan mereka tidak pernah berpisah.
Resepsionis menawarkan sebuah kamar yang cukup bagi mereka bertiga seharga 30 lira (mata uang italia). Pria kembar itu masing-masing mengeluarkan lembaran 10 lira sebagai tanda menerima tawaran resepsionis. Wak doel yang bertugas ketika itu menghantarkan ketiga tamu kembar itu kekamarnya.
Tidak berapa lama kemudian manajer hotel yang memperhatikan dari jauh mendatangi resepsionis dan memerintahkan memberikan potongan harga spesial sebesar 5 lira kepada ketiga tamu “istimewa” tadi. Karena wak doel yang mengantarkan ketiga pria tersebut kekamarnya, maka dia pulalah yang diperintahkan memberikan uang kembali hasil discount itu.
Ketika wak doel akan mengetuk pintu kamar tamu kembar tersebut, benaknya berpikiran; “kalau aku berikan kepada mereka 5 lira ini, tentulah mereka akan kesulitan membagi rata, bisa-bisa mereka bertengkar !!!” wak doel diam sejenak, kemudian bergumam “hitung-hitung menyelamatkan mereka dari pertengkaran antar sesama saudara kembar, biarlah dua lira kusimpan” sambil mengetuk pintu wak doel memasang senyum termanisnya yang membuat tampangnya semakin tidak sedap dipandang.
Setelah menjelaskan perihal potongan harga spesial dari manajer hotel, wak doel menyerahkan masing-masing 1 lira kepada ketiga pria kembar itu. Setelah permisi untuk kembali bertugas wak doelpun balik badan dan tersenyum lebih lebar.
Wak Doel  Sambil berjalan kembali ke lobi hotel wak Doel terpikir kejadian yang baru saja lewat dan mulai menghitung-hitung; karena uang mereka kukembalikan 1 lira per orangnya berarti mereka membayar masing-masing 9 lira, kalau dijumlahkan berarti mereka keseluruhan membayar 27 lira, sementara uang yang ada padaku ada 2 lira, jika dijumlahkan berarti 29 lira. Lantas mana satu lira lagi ya ?!!!

Wak Doel kebingungan, ia menghitung ulang lagi tapi hasilnya tetap sama, ia ulangi lagi, tetap saja perhitungannya kurang satu lira. Wak Doel bingung kemana hilangnya 1 lira lagi, apakah ini uang ajaib atau bagaimana ?!!!
Berhari-hari wak Doel memikirkan kemana hilangnya uang 1 lira itu, wak Doelpun jatuh sakit karena penasaran. Ia sudah tanyakan kepada teman-temannya tapi tetap saja tidak ada yang mengetahuinya
Mengikuti saran temanya wak Doel membuat iklan di surat kabar, bahwa barang siapa yang bisa menunjukkan kemana hilangnya uang 1 lira tersebut maka akan diberikan hadiah yang sepantasnya. Namun sampai saat inipun setelah bertahun-tahun berlalu belum ada yang bisa memberikan jawaban. Bisakah anda membantu wak Doel ?!!! .*









0 Comments:

Post a Comment



Newer Post Older Post Home

Modified by Blogcrowds